Social Icons

Pages

Sabtu, 20 Juni 2015

Project 1 : Unbelievable part 1


Jika sesuatu yang tak nampak terbaca jelas oleh sebuah mata tak berjubah. Mungkinkah ini sebuah pertanda keajaiban yang Allah berikan kepada kita insan lemah tak berdaya. Apakah sesuatu yang tak normal itu wajar diantara kita manusia biasa?

Suatu hal yang tak biasa dimiliki seorang manusia. Medis pun tak bisa memperkirakan apa yang terjadi. Ini hanya asumsi kita saja, percaya atau tidak hal itu ada di dunia fana ini.

Kekuatan indra keenam pun kalah saing dengan kekuatan ini.
Tapi sekarang hal yang tak wajar itu semakin lama kian nalar di telinga dan pandanganku. Hal itu bukan lagi menjadi hal yang fatamorgana. Melainkan, nyata dan telah ada di dunia.

Aku mempercayai hal itu, karena apa? Hal itu terjadi juga pada diriku sendiri. Kekuatan yang mampu mengendalikan benda dari jarak jauh. Serta kekuatan membaca pikiran dan aktivitas yang tak diketahui.

Hal itu muncul secara tiba-tiba. Tak sadar telah ada dalam diriku sebuah kekuatan besar. Terbenam dan terpatri lincah reflek kekuatan itu.

Seperti halnya saat aku berbicara dengan ibuku. Seakan dia tak percaya apa yang aku perbuat sebelum dia menyuruhku melakukannya. Padahal sebelumnya aku mendengar dia berkata "Ara, ambilkan terigu di lemari atas" . Tapi sebenarnya ibuku belum mengatakan apapun untuk memerintahku. Hanya pikirannya saja yang berbicara.

Entah apa yang terjadi pada diriku. Aku sendiri bingung dengan keadaan ini. Dan kekuatan ini belum seberapa dari apa yang pernah aku lakukan belakangan ini. Ini ANEH, ANEH sekali menurutku.

***

Setelah kupikir, hal ini mulai sering muncul semenjak aku berpapasan dengan kakek tua 2 minggu yang lalu. Dan dia berkata "Anak muda, kemampuan hebat bukanlah segalanya. Tapi, kemampuan hebat dengan pikiran yang tulus itu nantinya akan membawa kebajikan untukmu. Maka, gunakanlah kemampuanmu itu untuk menolong. Jangan menjadi makhluk yang angkuh nan sombong. Atas kepintaran, kekuatan yang telah Allah berikan kepadamu. Sekali lagi, kakek hanya bisa berpesan kepadamu anak muda. Gunakan sebaik mungkin kemampuanmu itu. Dan jika kalian membutuhkan bantuan, kakek akan selalu ada di dekat kalian"

Aneh memang, kenapa kakek tua itu bernasihat seperti itu. Kupikir hanya untuk memperingatkanku saja agar tidak jadi anak yang sombong. Waktu itu, aku bersama ali sedang membahas project karya tulis tentang wisata Bali di sebuah taman dekat rumah. Tiba - tiba saja seorang kakek mendekati kami dan bernasihat selayaknya guru spiritual.

Ali yang mukanya memang udah cengo makin cengo aja setelah mendengar nasihat kakek tua itu. Karena apa? Perkataan terakhir yang kakek tua itu lantangkan membuat kita semakin penasaran aja, mengapa si kakek ini bicara seperti itu.

"Dan jika kalian membutuhkan bantuan, kakek akan selalu ada di dekat kalian" Begitulah pernyataan terakhirnya sebelum meninggalkan kami.

Muka cengo Ali waktu itu menjadi serius dan bener - bener penasaran. Sama seperti diriku, seraya masih mengerjakan tugas pikiran atas nasihat itu seringkali muncul sesekali.

"Ra, kamu ngerti gak sih tadi si kakek ngomongin apa?" Ali membuka pembicaraan karena kebingungannya memuncak

"Aku tahu kok, kita gak boleh jadi orang sombong meskipun kita punya kepintaran, kemampuan dan mungkin kekayaan. Kita harus saling menolong, jangan angkuh. Karena sebenarnya angkuh dan sombong itu akan merusak pada diri kita sendiri." Penjelasanku muncul sekelonyor tanpa menambahkan pernyataan terakhir yang diutarakan si kakek. Karena akan membuat kita sendiri bingung dan tak segera menyelesaikan tugas.

"Tapi bukan itu yang kumaksud, Ara. Perkataan terakhir si kakek itu. Apa kamu gak memahaminya?" Rasa penasaran Ali pun bertambah.

"Aku paham kok, dia akan selalu ada didekat kita." Aku menambahkan sependek - pendeknya penjelasan.

"Nah itu, Ra. Dia akan selalu berada didekat kita? Apa maksudnya itu?"

"Sudahlah, Li. Kita selesein tugas Bu Indah ini dulu. Biar senen besok bisa kita kumpulin. Masalah itu, kita selesein nanti. Okeh!" Pintaku

***


Pertanyaan sama yang diutarakan Ali 2 minggu lalu mulai terngiang kembali. Entah kenapa pernyataan si kakek itu menjadi persoalan sekarang. Semenjak aku memiliki jelas kekuatan - kekuatan aneh. Tapi, hal ini tidak aku ceritakan ke siapa pun. Aku bingung. Cerita ke siapa? Cerita darimana? Hal ini sekejap saja muncul, dan lagian aku belum memahami semuanya.

Tapi semua itu, bakal terungkap seiringnya waktu berjalan. Dan aku pun tak mungkin bisa menyimpan rapat - rapat hal ini selalu. Akan ada waktunya semua orang tahu ini. Mama, papa, guru-guru, temen - temen dan semuanya. Mereka pasti akan memngetahui ini kelak nanti.

Malam dingin menusuk tubuh yang lunglai ini. Penat masih terasa berat untuk musnah disekujur tubuh. Hati terasa resah dengan sebuah ketidakjelasan ini. Seraya pikiran rumit dan mata mulai berat untuk terjaga, akhirnya kuputuskan untuk tidur menghilangkan sejenak pikiran yang mengganggu otak.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates